Bahlil Bujuk Volkswagen Produksi Bahan Baku Baterai Listrik di RI

Bahlil Bujuk Volkswagen Produksi Bahan Baku Baterai Listrik di RI

Produksi baterai tersebut bisa menjadi bagian dari rantai pasok bahan baku pabrik baterai dan kendaraan listrik Volkswagen di Eropa dan seluruh dunia.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak produsen otomotif Jerman Volkswagen, atau VW, untuk memproduksi  prekursor katoda baterai kendaraan listrik di tanah air.  Produksi baterai tersebut bisa menjadi bagian dari rantai pasok bahan baku pabrik baterai dan kendaraan listrik VW di Eropa dan seluruh dunia.

Tawaran tersebut disampaikan Bahlil saat bertemu langsung dengan Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components Thomas Schmall dalam kunjungan kerjanya ke Wolfsburg, Jerman, pekan lalu.

Baca Juga : Generasi Baru Mobil Aston Martin James Bond Beralih ke Energi Listrik

“Saya datang langsung ke sini, untuk menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen di Indonesia. Tidak usah khawatir dengan perizinan dan insentif yang akan diberikan pemerintah Indonesia. Kami akan urus langsung,” tutur Bahlil, dalam siaran pers, Senin (11/10).

Dengan potensi kepemilikan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia berpeluang bagi produsen mobil listrik di dunia untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia.

“Saya ingin ada banyak pemain di industri baterai dan mobil listrik di Indonesia agar industri ini tumbuh pesat. Supaya konsumen memiliki banyak pilihan dan harga pun menjadi kompetitif,” katanya.

Baca Juga : MINI dan BMW Siapkan Tiga Mobil Listrik Baru pada Tahun 2022

Sementara itu, Thomas Schmall menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM terkait dengan rencana investasi Volkswagen di Indonesia.

Dia menegaskan Volkswagen Group mempunyai ketertarikan untuk membangun industri pemurnian nikel hingga Precursor Cathode Active Materials (PCAM)di Indonesia, tidak hanya mengimpor saja dari Indonesia.

Perusahaan yang berdiri sejak 1937 tersebut juga ingin mengetahui lebih lanjut terkait rantai nilai potensial bahan baku baku baterai dari Indonesia untuk kebutuhan pabrik baterai di Eropa yang akan datang. Juga,  informasi terkini mengenai regulasi ekspor di Indonesia.

“Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada. Kami berharap dukungan BKPM dalam memberikan rekomendasi pasokan bahan baku serta biaya yang stabil untuk produksi baterai pertama Volkswagen yang dijadwalkan akan dimulai pada triwulan II tahun 2025 mendatang,” ujar Thomas.

sumber : https://katadata.co.id/maesaroh/berita/6164df8baf944/bahlil-ajak-volkswagen-produksi-bahan-baku-baterai-listrik-di-ri

Related Posts

Mulai Ramai Mobil Listrik RI , Model-Model Baru Hadir !

Minat APM terhadap pengenalan dan produksi mobil listrik di Indonesia akan sangat besar pada tahun depan. Rencananya, para pemain besar dari Jepang, Korea, dan Eropa akan memasuki mobil listrik di China pada 2022. Yang pasti, mobil premium BMW Jerman siap merebut...

read more

Support

Hotline 24/7
Call and WhatsApp
+62 821 14000 833

Email: 

talktous@evcuzz.com