Konversi Kendaraan BBM ke BBG Berubah, Sekarang Eranya Mobil Listrik

Konversi Kendaraan BBM ke BBG Berubah, Sekarang Eranya Mobil Listrik

Armada besar seperti truk dan kendaraan komersial akan terus mengkonversi kendaraan BBM ke BBG seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.

Pemerintah semakin fokus mempromosikan pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) untuk mengendalikan emisi.

Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Minyak dan Gas Bumi) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan program konversi BBM ke BBG untuk skala mobil tidak akan dilanjutkan. Namun, untuk armada besar seperti truk dan kendaraan komersial lainnya, rencana konversi tersebut kemungkinan akan terus berlanjut.

“Kami tidak memulai dengan mobil karena ke depan mobil dan motor akan pindah ke kendaraan listrik. Kendaraan listrik akan berkembang, tetapi belum tentu untuk kendaraan yang lebih besar karena membutuhkan baterai serta komersialitas,” kata Tutuka dalam konferensi pers virtual, Rabu (19/1).

Baca Juga : Pemerintah siapkan PPnBM 0 % untuk kendaraan listrik tahun depan

Seperti yang kita ketahui bersama, pemerintah menargetkan penggunaan 2 juta mobil listrik dan 13 juta sepeda motor listrik pada 2030.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Program Percepatan Kendaraan Listrik Baterai Jalan Untuk Transportasi. Penggunaan kendaraan listrik diperkirakan akan tumbuh signifikan selama 10 tahun ke depan. PLN memprediksi pada 2030, populasi kendaraan listrik nasional mencapai lebih dari 65.000 unit.

Menurut perkiraan perusahaan listrik milik negara, penggunaan kendaraan listrik akan meningkat tajam menjadi sekitar 16.000 unit pada tahun 2025. Setelah itu, diperkirakan akan terus meningkat 8-9.000 unit per tahun.

Konversi Kendaraan BBM ke BBG Berubah, Sekarang Eranya Mobil Listrik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan dengan pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor, maka ketergantungan terhadap bahan bakar minyak atau BBM terus meningkat. Konsumsinya mencapai 1,2 juta barel per hari yang sebagian besar diimpor. Dengan menggunakan 2 juta kendaraan listrik dan 13 juta sepeda motor listrik, penghematan devisa sebesar 1,8 miliar dolar AS atau sekitar 25,4 triliun.

Baca Juga : Dukung Ekosistem KBLBB di Indonesia, EVCuzz Siap Perbanyak SPKLU

“Emisi CO2 turun 11,1 juta ton,” kata Ariffin beberapa waktu lalu. Kementerian juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Daya.

Diantaranya adalah rencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Tempat Pertukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Sumber :Katadata.co.id http://bit.ly/3IChjRF

Related Posts

Support

Hotline 24/7
Call and WhatsApp
+62 821 14000 833

Email: 

talktous@evcuzz.com