Pemerintah menantang industri otomotif untuk memproduksi mobil listrik pada Tahun depan.

Pemerintah menantang industri otomotif untuk memproduksi mobil listrik pada Tahun depan.

Menjelang akhir tahun, penjualan mobil di masa pandemi Covid-19 kini terlihat menggairahkan. Hal ini terlihat dari peningkatan produksi kendaraan roda empat menjadi 890.000 per Oktober 2021.

Ya, angka ini tampaknya meningkat 62,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Terlepas dari kemajuan yang dicapai, menurut Kementerian Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, masih banyak tantangan yang harus menjadi fokus utama industri otomotif nasional.

Dia mengatakan tantangan tersebut antara lain mitigasi perubahan iklim, pengurangan polusi udara dan kebisingan, serta penghematan energi melalui penggunaan sumber energi baru dan terbarukan.

 

Semua hal di atas dianggap telah mendorong sektor transportasi untuk beralih ke green mobility yang rendah emisi.

“Kendaraan listrik telah menjadi tren global dan banyak digunakan di transportasi perkotaan,” kata Agus dalam keterangannya.

 

Agus mengatakan kendaraan listrik tidak hanya memiliki keunggulan dalam mengurangi emisi karbon dioksida dan emisi gas rumah kaca lainnya secara signifikan, tetapi juga memberikan pilihan transportasi gaya hidup yang nyaman, efisien, mudah digunakan dan berkelanjutan.

Baca Juga : Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi produsen mobil listrik dunia

Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah masih ingin melihat industri mengembangkan teknologi, material atau material baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam produksi kendaraan bermotor.

“Kemudian pada kesempatan ini saya tantang industri otomotif agar tahun depan (2022) kita sudah bisa memproduksi kendaraan listrik roda empat di Indonesia, apakah kendaraan hybrid ataupun BEV (Battery Electric Vehicles),” ujarnya.

Oleh karena itu, Agus mengatakan melalui pameran GIIAS ini merupakan kesempatan yang baik bagi Gaikindo dan produsen otomotif, baik produk maupun suku cadang, untuk memperkenalkan konsep green mobility kepada masyarakat.

Peran Event Otomotif

Menjelang akhir tahun, penjualan mobil di masa pandemi Covid-19 kini terlihat menggairahkan. Hal ini terlihat dari peningkatan produksi kendaraan roda empat menjadi 890.000 per Oktober 2021. Ya, angka ini tampaknya meningkat 62,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terlepas dari kemajuan yang dicapai, menurut Kementerian Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, masih banyak tantangan yang harus menjadi fokus utama industri otomotif nasional. Dia mengatakan tantangan tersebut antara lain mitigasi perubahan iklim, pengurangan polusi udara dan kebisingan, serta penghematan energi melalui penggunaan sumber energi baru dan terbarukan. Semua hal di atas dianggap telah mendorong sektor transportasi untuk beralih ke green mobility yang rendah emisi. "Kendaraan listrik telah menjadi tren global dan banyak digunakan di transportasi perkotaan," kata Agus dalam keterangannya. Agus mengatakan kendaraan listrik tidak hanya memiliki keunggulan dalam mengurangi emisi karbon dioksida dan emisi gas rumah kaca lainnya secara signifikan, tetapi juga memberikan pilihan transportasi gaya hidup yang nyaman, efisien, mudah digunakan dan berkelanjutan. Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah masih ingin melihat industri mengembangkan teknologi, material atau material baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam produksi kendaraan bermotor. “Kemudian pada kesempatan ini saya tantang industri otomotif agar tahun depan (2022) kita sudah bisa memproduksi kendaraan listrik roda empat di Indonesia, apakah kendaraan hybrid ataupun BEV (Battery Electric Vehicles),” ujarnya. Oleh karena itu, Agus mengatakan melalui pameran GIIAS ini merupakan kesempatan yang baik bagi Gaikindo dan produsen otomotif, baik produk maupun suku cadang, untuk memperkenalkan konsep green mobility kepada masyarakat. Peran Event Otomotif

Ya, kata Argus, pelaksanaan GIIAS 2021 memiliki peran strategis yang sangat penting dan dapat menunjukkan pemulihan industri otomotif tanah air pasca pandemi Covid-19.

Baca JugaBeragam insentif kendaraan Listrik dari Pemerintah

Selain itu, event mobil tahunan yang tertunda akibat wabah juga menjadi pendorong Indonesia beralih ke transportasi rendah karbon dan ramah lingkungan.

“Saya yakin seluruh rangkaian pameran, seminar, demo produk dan test drive dapat menjadi jendela untuk mempromosikan industri otomotif Indonesia ke dunia internasional,” tambahnya.

Oleh karena itu, Menperin berharap melalui kegiatan GIIAS dan peran pelaku industri yang hadir, pemulihan ekonomi nasional dapat terus dipercepat.

Tak hanya itu, Menperin mengingatkan agar pameran GIIAS memberikan penawaran menarik bagi konsumen supaya mereka tertarik untuk membeli mobil yang diproduksi didalam negeri.

source

Related Posts

Support

Hotline 24/7
Call and WhatsApp
+62 821 14000 833

Email: 

talktous@evcuzz.com